Selasa, 13 Oktober 2015

Kesehatan Mental : Kepribadian Sehat

BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
     Kepribadian adalah kata yang begitu umum dipakai di dunia Psikologi, kepribadian seseorang bisa dinilai dari kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi dari berbagai orang dalam berbagai keadaan. Untuk definisi kepribadian hampir bisa dikatakan tidak ada suatu kesepakatan definisi dari keseluruhan pandangan yang pernah dilontarkan. Menurut allport (1937) ia menemukan bahwa ada hampir 50 definisi berbeda yang digolongkannya kedalam sejumlah kategori. Allport sendiri memandang “kepribadian merupakan apa orang itu sesungguhnya”. Sehat merupakan bagian dari harta manusia yang tak ternilai harganya. Sehat merupakan anugerah dari Sang Maha Pencipta untuk makhluk hidup melakukan perbuatan mulia sehingga sehat dapat di pandang indah untuk selalu disandang oleh individu yang sadar akan hal tersebut.
Latar Belakang Masalah Setiap manusia di dunia ini pasti memerlukan orang lain, oleh karena itu terjadi sosialisasi antar sesama manusia tersebut, yang mana berfungsi sebagai sarana kedekatan antar sesamanya. Beberbicara masalah keperibadian, merupakan suatu cermin dan gambaran bagi setiap manusia. Jika keperibadiannya bagus, maka akan bagus pula tingkah laku yang dimiliki oleh orang tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika keperibadian orang tesebut buruk maka otomatis akan di ikuti oleh perilakunya yang buruk tersebut.  Kami harap makalah ini bisa memberikan pengetahuan tentang Kepribadian sehat  dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
B.     RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas, Rumusan masalah yang dapat diambil ialah:
1.        Apakah definisi Kepribadian dan Kepribadian Sehat ?
2.        Bagaimana karakteristik dan ciri-ciri kepribadian sehat?
3.        Bagaimana Konsep kepribadian sehat ?

C.    TUJUAN
1.        Untuk mengetahui definisi kepribadian dan kepribadian sehat
2.        Untuk mengetahui karakteristik, ciri-ciri, konsep kepribadian sehat

4
BAB II
PEMBAHASAN

A.      DEFINISI KEPRIBADIAN SEHAT.
Secara umum, kepribadian dipahami sebagai pola-pola yang jelas dari perilaku, pikiran, dan perasaan yang menjadi karakteristik individu dalam penyesuaiannya untuk memenuhi tuntutan kehidupan (Rathus dan Nevid, 2002). Sedangkan menurut Hahn dan Payne (2003), Kepribadian Sehat (psychological wellness) merupakan keadaan individu yang mengarah pada perkembangan yang adekuat dan kemampuan mental yang memiliki kesesuaian fungsi, sehingga individu mampu mengembangkan kemampuan-kemampuan mentalnya secara lebih baik.
KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN SEHAT.
Individu yang memiliki kepribadian sehat seringkali dikenali sebagai mereka yang:
a. Dapat terbebas dari gangguan psikologis dan gangguan mental berat.
b. Mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan tanpa kehilangan identitas
c. Mampu mengembangkan potensi dan bakat
d. Memiliki keimanan pada Tuhan dan berupaya untuk hidup sesuai ajaran-ajaran agama yang dianutnya.
Erich Fromm menjelaskan bahwa manusia yang berkepribadian sehat adalah manusia yang produktif (berkarakter produktif), yaitu mereka yang mampu mengembangkan potensi, memiliki cinta kasih, imaginasi, serta kesadaran diri yang baik. Sedangkan menurut Allport, individu berkepribadian sehat diistilahkan dengan mature personality, yang memiliki kemampuan mengembangkan dirinya, memiliki hubungan interpersonal yang baik, realistis, memiliki filosofi hidup, serta bersikap berani dan objektif terhadap diri sendiri. Istilah lain dari kepribadian sehat adalah self-actualize person (Maslow), serta oleh Victor Frankl disebut sebagai The meaning of people.
Ciri-Ciri Kepribadian Sehat
·  Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.
·  Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.

5
·  Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik; dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan meraksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimistik.
·  Menerima tanggung jawab; dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
·  Kemandirian; memiliki sifat mandiri dalam cara berfikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
·  Dapat mengontrol emosi; merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak)
·  Berorientasi tujuan; dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan.
·  Berorientasi keluar (ekstrovert); bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungannya dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya.
·  Penerimaan sosial; mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain.
·  Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
·  Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-faktor achievement (prestasi) acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).

Ciri-Ciri Kepribadian Tidak Sehat
·       Mudah marah (tersinggung)
·       Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
·       Sering merasa tertekan (stress atau depresi)
·       Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang
·       Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum
·       Kebiasaan berbohong
·       Hiperaktif
·       Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
·       Senang mengkritik/ mencemooh orang lain
·       Sulit tidur

6

·       Kurang memiliki rasa tanggung jawab
·       Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis)
·       Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama
·       Pesimis dalam menghadapi kehidupan
·       Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan

B. Konsep-konsep dalam Kepribadian Sehat
Kepribadian sehat merupakan proses yang berlangsung terus-menerus dalam kehidupan manusia, sehingga kualitasnya dapat menurun atau naik. Hal inilah yang akan mempengaruhi kondisi kesehatan mental individu tersebut. Berbagai pendekatan dalam Psikologi juga membahas konsep-konsep kepribadian sehat, antara lain:

TEORI PSIKODINAMIK.
Teori Psikodinamik mejelaskan individu yang memiliki kepribadian sehat sebagai individu yang:
a)      Mampu untuk mencintai & bekerja (lieben und arbeiten) (Freud): individu mampu peduli pada orang lain secara mendalam, terikat dalam suatu hubungan yang intim dan mengarahkannya dalam kehidupan kerja yang produktif. Selain itu, impuls seksual dapat diekspresikan dalam relasi dengan orang dewasa yang berlainan gender, sedangkan impuls yang lain tersalurkan dalam kegiatan sosial produktif.
b)      Memiliki ego strength
ego dari individu yang berkepribadian sehat memiliki kekuatan mengendalikan dan mengatur id dan superego-nya, sehingga ekspresi primitif id berkurang dan ekspresi yang sesuai dengan situasi yang muncul tanpa adanya represi dari ego secara berlebihan.
c)      Merupakan creative self
(Jung & Adler): mengungkapkan bahwa individu yang berkepribadian sehat merupakan self yang memiliki kekuatan untuk mengarahkan perilaku mengembangkan potensi yang dimilikinya.


7



d)     Mampu melakukan kompensasi bagi perasaan inferiornya (Adler): juga menambahkan bahwa individu haruslah menyadari ketidaksempurnaan dirinya dan mampu mengembangkan potensi yang ada untuk mengimbangi kekurangannya tersebut.

e)      Memiliki hasil yang positif dalam setiap tahap interaksinya dengan lingkungan sosial (Erikson): Setiap keberhasilan dalam tiap tahap psikososial yang diungkap Erikson memberikan kontribusi pada individu yang sehat kepribadiannya. Misal: bayi akan sangat baik apabila memiliki kepercayaan dasar, sehingga akan dapat berkegiatan aktif ketika masa sekolah, dan mampu memahami dirinya ketika remaja, yang akan membantu mereka menjalin relasi yang intim dengan pasangan setelah dewasa.


TEORI PENSIFATAN (TRAIT).
Teori Pensifatan memiliki asumsi bahwa faktor herediter mempengaruhi kepribadian seseorang. Hal tersebut membuat teori trait menjelaskan kepribadian sehat sebagai bentuk
kompilasi antara sifat-sifat yang diturunkan ke individu dengan kemampuan individu menyesuaikan diri dengan sifat tersebut dan lingkungannya. Pribadi yang sehat adalah individu yang mampu menemukan potensi positif dalam sifat-sifat yang dimilikinya serta
mengarahkan sifat-sifat yang ada untuk menjadi apa yang diinginkannya. Adapun bentuk-bentuk penyesuaian dalam perspektif teori trait, dicontohkan sebagai mereka yang mampu mencari jenis pekerjaan dan aktivitas sosial yang sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya.












8
BAB III
PENUTUP

1.        KESIMPULAN
           Individu berkepribadian sehat diistilahkan dengan mature personality, yang memiliki kemampuan mengembangkan dirinya, memiliki hubungan interpersonal yang baik, realistis, memiliki filosofi hidup, bersikap berani dan objektif terhadap diri sendiri serta kesadaran diri yang baik. Jika keperibadiannya bagus, maka akan bagus pula tingkah laku yang dimiliki oleh orang tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika keperibadian orang tesebut buruk maka otomatis akan di ikuti oleh perilakunya yang buruk tersebut

2.        SARAN
Sebagai Konselor kita seharusnya memiliki kepribadian yang sehat agar dapat menjadi konselor yang profesional.


1 komentar:

  1. Mirisnya isu kesehatan mental masih melekat stigma negatif bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, jadi bagi yang mengalami penyakit mental merasa minder saat mau menggunakan layanan kesehatan mental. Tapi katanya dengan membaca artikel psikoedukasi secara intensif mampu menurunkan stigma sosial dan pribadi yang disematkan pada pengguna layanan kesehatan mental secara signifikan. Ini penelitiannya.

    BalasHapus