Rabu, 27 November 2013

MOZAIK CINTA

Mulai saat itu Aku pun tahu
Bahwa cinta bisa datang sewaktu-waktu
Saat warna langit senja lanjut usia
Dan bagaimana Ia berpulang dengan sangat cepat
Tahukah Kau ?
Engkaulah rembulan bagi malamku
Dan akuilah, bahwa Aku  adalah
Malam bagi rembulanku
Oh, Aku telah terpesona
Pada sosok yang kutasbihkan
sebagai penyampai rasa rinduku
Maka, Aku mohon kepadamu
Untuk mengajakku ke lembah paling sunyi,
Cinta yang hakiki
Kata-kata yang dulu pernah  Aku rangkai
Kini tak rampung kutulis,
Dan sepertinya gagal menjadi
 sebuah puisi.
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Lidahku terasa kelu
Dan keringat dingin membanjiri tubuhku
Saat Aku ingin berkata jujur
Sekejam itukah Cinta ?
Perjuanganku memang belum apa-apa
Dan Aku sadar itu
Tapi memang beginilah adanya
Aku…