Mulai saat itu Aku pun tahu
Bahwa cinta bisa datang sewaktu-waktu
Saat warna langit senja lanjut usia
Dan bagaimana Ia berpulang dengan
sangat cepat
Tahukah
Kau ?
Engkaulah
rembulan bagi malamku
Dan
akuilah, bahwa Aku adalah
Malam
bagi rembulanku
Oh, Aku telah terpesona
Pada sosok yang kutasbihkan
sebagai penyampai rasa rinduku
Maka, Aku mohon kepadamu
Untuk mengajakku ke lembah paling
sunyi,
Cinta yang hakiki
Kata-kata
yang dulu pernah Aku rangkai
Kini
tak rampung kutulis,
Dan
sepertinya gagal menjadi
sebuah puisi.
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Lidahku terasa kelu
Dan keringat dingin membanjiri tubuhku
Saat Aku ingin berkata jujur
Sekejam itukah Cinta ?
Perjuanganku
memang belum apa-apa
Dan
Aku sadar itu
Tapi
memang beginilah adanya
Aku…